Rabu, 21 Agustus 2013

Teori Queer : Menyimpang Akibat lingkungan Mr.X




Teori Queer : Menyimpang Akibat lingkungan Mr.X
Putranto Argi Noviantoko
Mahasiswa Jurusan Politik dan Pemerintahan, Fisipol, UGM, Yogyakarta
NIM : 12/335566/SP/25268 Muhammad_argi@rocketmail.com
Kata kunci: gender, identitas, performativitas

 
A. Apa Itu Teori Queer  ?
Teori Queer

Teori Queer menyatakan bahwa Gender merupakan sebuah performativitas dan bukan takdir biologis seseorang, Jadi sesungguhnya dalam teori ini identitas gender dan identitas seks adalah suatu yang tidak ajeg atau tidak tetap (dinamis dan adaptasi). Identitas dalam hal tersebut bukan merupakan subjektivitas,melainkan bagian dari subjektivitas. gender adalah kategori yang selalu bergeser : gender seharusnya tidak ditafsirkan sebagai identitas yang stabil, namun harus dilihat sebagai suatu identitas yang lemah terhadap waktu, berada dalam suatu ruang yang menyesuaikan dengan berulangnya sikap/tingkah laku.[1]Dimasa anak-anak adalah tahapan perkembangan psikoseksual yang jelas dan gender dari setiap orang dewasa adalah hasil dari bagaimana ia mengatasi tahapan pada masa lalu,Maskulin dan femininitas, yang berarti adalah produk dari pendewasaan seksual.
Sehingga semua itu tidaklah takdir semata, Yang berarti bahwa gender manusia selalu mengalami perubahan sosial yang terpengaruh akan lingkungan sosial, pada masa anak-anak sampai dewasa.Teori Queer milik Judith Butler yang menyatakan bahwa jender merupakan
sebuah performativitas dan bukan takdir biologis seseorang (Jackson dan Jones, 1998: 234-
235).[2]Teori ini  mendukung penyebab terjadinya homoseksual, bahwa identitas gender dan identitas seks akan berubah karena pengaruh dari lingkungan.





B. Konsepsi Pembangun Teori
Dalam teori Queer mirip seperti Teori Psikososial yang menekankan pada lingkungan sebagai faktor pembentukan sifat homoseksual pada individu. Dalam teori ini berisi lingkungan yang sangat  mempengaruhi sifat homoseksual individu seperti :
·         Pola asuh.
·         Trauma kehidupan.
·         Tanda-tanda psikologik.
·         Posisi kaum Homoseksual seperti kloset berlapis.
·         Pada masa anak dan remaja.
·         Pengalaman seks yang pertama.

ü  Dalam penjelasan singkatnya secara umum sebagai berikut:

·         Pola asuh        :pada perkembangan ini dapat merujuk pada keadaan lingkungan berada. Pertama kali sejak saat balita, anak-anak sampai remaja. Jika anak tersebut hidup dilingkungan yang benar dan tepat maka tidak dipungkiri lagi si anak akan menjadi anak yang sehat dan lurus dalam perkembangan gender dan sexnya. Namun jika tidak benar dalam perkembangan lingkunganya maka dia menjadi biologi tubuh dan jiwa yang tidak benar atau baik.
banyak sekali kejanggalan yang dialami oleh individu karena,pola asuh yang tidak benar semasa hidup. Dalam suatu contoh saya ambil: seorang anak laki-laki diberikan mainan perempuan seperti boneka atau alat-alat bermain untuk masak, dan selalu bermain dengan anak-anak perempuan ,maka itu dapat membuat sifat yang muncul adalah feminisme dalam penguasaan diri individu,dalam paradigma berpikir,bertindak dan berbicara pada keluarga,teman dan masyarakat umum.sehingga sifat yang muncul adalah kebancian, suatu saat nanti.
Dan juga kalau tidak mendapatkan bekal moral, agama dan etika sejak dini yang cukup, maka akan menimbulkan sifat-sifat tidak percaya diri, tertutup dan menyimpang seperti homoseksual, dan jika ditambah lingkungan pergaulan teman sebaya waktu remaja yang menyimpang dalam identitas seksualnya seperti homoseksual, semakin memperkuat pembentukan penyimpangan tersebut. Tetapi pada umumnya pola asuh keluarga sudah tepat untuk membentuk orientasi eksualheteroseksual. Meskipun pola asuh dan lingkungan mendorong heteroseksual, namun perubahan yang terus berjalan sampai dewasa bisa mengubah orientasi seksual seseorang.[3]

·         Trauma kehidupan: Dalam perkembangan individu, untuk menjadi manusia yang benar. Tidak mungkin tidak berpengaruh dari masa lalu. Masa lalu sebagai kunci atau landasan seorang individu dalam berkehidupan sekarang dan masa depannya.maka dari itu sangat berpengaruh pada jiwa seseorang untuk merespon sesuatu yang ada pada lingkungan beserta segala empirisme dalam menanggapai respon.Trauma di masa kecil, termasuk karena kekerasan seksual atau fisik juga bisa memengaruhi pembentukan karakter remaja.[4]
Dalam perkembangannya rusaknya rumah tangga atau Broken Home ialah salah satu yang paling mempengaruhi kepribadian jiwa anak-anak dalam tindakan menyimpang sosial. Kurangnya kasih sayang terhadap kedua orang tua,sehingga mereka mencari jati diri untuk melepas semua beban yang ada dalam jiwa yang selama ini tertekan akan situasi yang belum pernah dihadapi oleh dirinya.

·         Tanda-tanda psikologik:Ini bisa jadi adalah gangguan kejiwaan yang dikarenakan oleh suatu lingkungan,yang diawali dalam sebuah perkembangannya. Dalam psikologik perkembangan bahwa bisa jadi berawal dari lingkungan prenatal,pola asuh dan pergaulan teman atau masyarakat banyak. Dalam gangguan psikologik. Dapat pula dikatakan semua mempengaruhi kinerja kehidupan sosialnya. Atau dalam interaksi mengalami kejanggalan yang tidak umumnya seperti individu-indivu lainnya.
Dalam perkembangannya teori ini hampir sama dengan teori Psikososial,dengan kata lain bahwa gender atau sex dapat berubah sesuai dengan lingkuangan dan semakin bertambahnya waktu. Arti Queer adalah dalam bahasa inggris Queer has traditionally meant odd or unusual, though modern use often pertains to LGBT (gay, lesbian, bisexual, transgender, intersex and non-normative heterosexual) people. Dalam bahasa indonesianya adalah: (Queersecara tradisionalberartianeh atautidak biasa, meskipunpenggunaanmodern seringberkaitan denganLGBT(gay, lesbian, biseksual, transgender, interseksdan non-normatif heteroseksual) orang) [5]ialah bahwa memaparkan kondisi sosial yang berbeda dengan yang lainya atau menelanjangi kontruksi sosial. Sehingga kelainan sosial yang ada di masyarakat khususnya gender yang berbeda atau aneh dengan yang umumnya.
Dalam hal ini manusia dapat menjadi manusia normal pada umumnya adalah sejatinya akan mencintai beda jenis kelamin karena adalah takdir gender itu sendiri, maka dari teori itu menjelaskan tidak selalu lurus sesuai dengan pada umumnya. Karena sebagian menusia ada yang tidak lurus seperti pada umumnya.Dalam perkembangan Queer tidak selalu dalam kata untuk gender atau sex,tapi juga dapat sebagai kata penyimpangan dalam kasus yang lainnya.
Maka dari itu perkembanganqueer sejalan dengan kehidupan sosial yangada di lingkungan kita. Maka dari semuanya bahwa masalah sosial gender dan sex akan selalu berkembang menjadi hal yang tidak semestinya ,diberikanlah seseorang labeling atau cap queer kepada individu yang tidak sejalannya perkembangannya terhadap gender yang melekat saat sejak dia lahir.Teori labeling contoh  dia terlahir menjadi laki-laki sejak bayi, namun perkembnagnnya sejak remaja,kemudian masuk menjadi orang dewasa .
 Dia tidak menyukai seorang perempuan namun mencintai seorang laki-laki.Untuk itu queer dapat menjadi cap kepada suatu hal yang dianggap menyimpang, khususnya gender seseorang.berpendapat bahwa kadang-kadang proses labelling itu berlebihan karena sang korban salah interpretasi itu bahkan tidak dapat melawan dampaknya terhadap dirinya (Pip Jones, 2003; 147).

C. Tokoh-Tokoh Teoriq Queer
·         JudithButler:adalahseorang filsufpost-strukturalis Amerika, yangtelah memberikan kontribusi untukbidangfilsafatfeminis, teoriqueer, filsafat politik, dan etika. Dan berkembang lagi menjadi berbagai bidang telaah sosial. Seperti para tokoh-tokoh yang mengembangkan teori ini seperti,

·         Lauren Berlant (http://english.uchicago.edu/faculty/berlant)
·         Gloria E. Anzaldúa(http://lgbthistorymonth.com/gloria-anzaldua?tab=biography)
·         Aaron Betsky(http://eng.archinform.net/arch/10238.htm)
·         WayneKoestenbaum(http://www.indexmagazine.com/interviews/wayne_koestenbaum.shtml)








D. Kasus dan Implementasi Teori
Dalam kasus yang saya akan kemukakan adalah kasus dimana yang menimpa,sebut saja namanya Mr.X yang saya ambil ceritanya dari media online ,Kompas edisi 28 maret 2008. Yang tidak disebutkan tempat dan namanya untuk menjaga privasi. Mr.X adalah seorang pria yang normal, dia bekerja seperti orang biasa, dia juga memilki seorang kekasih perempuan seperti pada umumnya. Namun yang menjadi kendala, ketika dia disuruh bosnya bekerja untuk menginap di rumahnya.
Ketika itu tidak ada pikiran apa-apa yang akan menimpa pada dirinya. Pada saat bersamaan tidur di rumah bosnya, terjadilah pelecehan seksual yang dialami oleh dirinya. Karena bosnya mengajaknya tidur dengan tidak wajar, seperti bosnya memegang alat kelamin Mr.X dan mengajak bersetubuh. Hal tersebut membuat Mr.X jengkel dan menolak ajakan Bosnya tersebut. Kemudia Bosnya meminta maaf kepada Mr.X.
Kemudian suatu hari bosnya mengajaknya lagi dengan berbagai alasan. Namun itu justru berulang-ulang dan tidak menjadi kebiasaan rutin seperti biasanya. Kemudian inilah menjadi tanda-tanda kejiwaan terbawa oleh suasana lingkungan yang ada. Mr.X terkena dampak lingkungan sosialnya secara bertahap dan tidak disadari itu menjadi sebuah kebiasaan yang rutin dan dilakukan dengan bosnya.itulah salah satu contoh teori Queerdalam tahapan menuju suatu tahap homoseksual dari Mr.X. Mr.X sangat sulit untuk melupakan dan menjauhi tindakan yang menyimpang ,dilakukan oleh dirinya bersama bosnya.




Daftar pustaka

(http://en.wikipedia.org/wiki/Queer_theory)

(http://female.kompas.com/read/2010/09/28/17484152/lesbian.bisa.dicegah.tapi.tak.bisa.diubah)


[2]S Esther ,Fernanda.,2010,TRANSJENDER DALAM ACARA HIBURAN TELEVISI (Analisis    Semiotik   Acara       Segeerrr   Beneerrr),[pdf], (http://eprints.undip.ac.id/23908/1/Fernanda_Esther_S-D2C_005_161.pdf, diakses pada tanggal 1 November 2012)

[3]http://health.kompas.com/read/2010/09/28/17484152/Lesbian.Bisa.Dicegah.tapi.Tak.Bisa.Diubah
[4]http://female.kompas.com/read/2010/09/28/17484152/lesbian.bisa.dicegah.tapi.tak.bisa.diubah
[5]http://www.algbtical.org/2A%20QUEER.htm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar